Polisi Sita dan Gagalkan Peredaran Ribuan Batang Rokok Ilegal di Lamsel

KALIANDA – Jajaran Polres Lampung Selatan (Lamsel) berhasil mengungkap jaringan peredaran rokok ilegal dan mengamankan RA (25) bersama 778 slop atau sekitar 15.760 batang rokok berbagai merk.

RA dipergoki petugas saat membawa rokok tanpa cukai di Jalan Raya Desa Seloretno, Kecamatan Sidomulyo, Minggu (9/1/2022).

RA yang berprofesi sebagai sales rokok ilegal itu tercatat berdomisili di Desa Sidodadi, Kecamatan Sidomulyo.

Kapolres Lamsel AKBP Edwin, ketika memimpin jalannya konferensi pers bertempat di aula Mapolres setempat menerangkan perbuatan ilegal pelaku bukan baru kali ini saja melainkan sudah dilakukan sebanyak enam kali.

“Biasanya, orang kalau diamankan mengatakan baru sekali. Tapi ini agak jujur ini, dia sudah enam kali membawa barang tersebut masuk ke Provinsi Lampung,” rinci Kapolres, Senin (10/1).

Modusnya terbilang cukup lihai, sehingga rokok tanpa cukai resmi itu bisa bebas berulang kali dikirimkan dari Tangerang ke daerah tujuan di Provinsi Lampung.

AR sengaja menggunakan jasa travel untuk mengirimkan rokok-rokok itu. Tadinya jika tak keburu ketahuan petugas, rencananya rokok akan dikirim kepada AR yabg berada di Lampung Tengah.

Dan jika lolos, rokok pengemplang cukai negara itu akan diedarkan ke warung kecil di wilayah Provinsi Lampung. Khususnya, Lampung Selatan dan Lampung Timur hingga menjangkau warung-warung kecil di perkampungan.

“Modusnya, yang bersangkutan membawa barang dari Tangerang menuju Lampung dan akan dipasarkan langsung ke warung-warung yang ada di Provinsi Lampung. Tetapi, sementara ini tujuannya ke warung-warung kecil pedalaman di Lampung Selatan dan beberapa warung di Lampung Timur,” pungkas AKBP Edwin.

Selain 778 slop rokok berbagai merk, petugas juga menyita 1 unit mobil Toyota Avanza warna silver dengan Nopol B 1997 BYW dan 1 unit handphone merk Oppo A54 warna biru dari tangan AR.

Terpisah, Kasubdit Penyidikan Bea Cukai Kota Bandar Lampung Yudha, mengutarakan dari hasil penyerahan barang bukti dan saksi maka pihaknya akan melakukan tindakan pengembangan, baik terhadap saksi maupun perusahaan yang memproduksi rokok illegal tersebut.

“Sedangkan denda yang akan dikenakan yakni sekitar 10 kali lipat dari jumlah barang/ rokok yang di produksi,” tegas Yudha singkat.

Akibat dari perbuatan itu, pelaku terancam melanggar Pasal 54 atau 56 UU RI no 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas undang-undang no 11 Tahun 1955 tentang Cukai, dengan hukuman penjara paling singkat 1 tahun dan paling lama 5 tahun. (Rls/red)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.