Minyak Goreng Susah Didapat, Kadis Perdagdin Lamsel Sebut di Alfamart dan Indomaret Selalu Habis Terjual !

foto : ibu-ibu saat membeli minyak goreng murah di stan Dinas Perdagdin Lamsel

PENENGAHAN – Masyarakat keluhkan operasi minyak goreng murah yang kerap kali digelar oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel).

Dinas Perdagdin Lamsel sendiri tampak kewalahan untuk mengatasi kebutuhan minyak goreng sebagai salah satu kebutuhan pokok rumah tangga, semenjak minyak goreng menjadi barang yang sulit didapat belakangan ini.

Berlabelkan operasi minyak goreng di stan acara Musrenbang tingkat Kecamatan Penengahan yang digelar di lapangan Desa Rawi, Dinas Perdagdin setempat hanya mampu menyediakan 500 bungkus minyak goreng 900 mililiter bermerek Domus.

Sedangkan, masyarakat yang didominasi kalangan bu-ibu sudah rela antri ditengah terik matahari berjumlah lebih dari 500 an orang. Apesnya, ibu-ibu yang sudah berjubelan berdiri lama itu akhirnya banyak tak kebagian.

Beruntung bagi Sifa (30) warga Desa Gayam, Kecamatan Penengahan, salah satu pengunjung yang kebagian jatah minyak goreng murah meski harus berjuang antri bersama ratusan ibu-ibu lainnya.

“Saya taunya dari Facebook temen tadi malam (Selasa, red) denger-denger kabar katanya ada pasar murah. Nggak sengaja saya kesini sebenernya sambil lewat yaudah ikut ngantri,” beber Sifa singkat dengan nada riang.

Berbeda nasib dengan Rina (39), dirinya merasa kecewa karena tak kebagian minyak goreng murah meski sudah masuk dalam antrian sembari berpanas-panasan ria.

“Nggak kebagian, kalau memang nggak memungkinkan mendingan nggak usah (operasi minyak goreng, red). Kami antri dari tadi udah kecewa,” seloroh Rina dengan nada geram.

Senada dengan seroang ibu paruh baya bernama Aminah (50) warga Desa Rawi, yang juga kecewa karena tak kebagian minyak goreng murah meski telah dibarisan antrian yang cukup panjang.

foto : suasana antrian ibu-ibu demi membeli minyak goreng murah

“Iyalah kecewa jauh-jauh dari ujung sana RT 06. Atuh capek-capek panas nggak kebagian,” ujar Aminah dengan nada lesu.

Dikonfirmasi terkait kontra produktifnya operasi pasar dengan fakta di lapangan, Kepala Perdagangan dan Perindustrian Lamsel Intji Indriati menyebutkan telah melaksanakan monitoring setiap hari di ritel sekelas Alfamart dan Indomart setiap hari melalui tim yang dibentuk.

“Sidak di gerai Alfamart dan Indomart serta pasar tradisional juga sudah dilaksanakan, tim dari Perdagangan dan Perindustrian
tidak ditemukan penimbunan. Kami melakukan koordinasi dengan Alfamart dan Indomart Pusat yg ada di Bandar Lampung, mereka mengirimkan minyak goreng sesuai dengan stok yang ada ke gerai-gerai di Lamsel. Namun, selalu habis terjual,” jawab Intji Indriati, Rabu (16/2/2022) sore.

Lebih lanjut, Intji Indriati membeberkan koordinasi lanjutan dengan pihak Alfamart per hari ini bahwasannya sejumlah 3 dus minyak goreng akan segera dikirimkan kembali ke masing-masing gerai.

“Hasil koordinasi dengan Alfamart hari ini, Alfamart sudah mendapatkan alokasi minyak goreng dan akan dikirimkan besok ke gerai Alfamart se- Provinsi Lampung masing-masing 3 dus,” imbuh mantan Kadis BPKAD Lamsel itu.

Disioal operasi pasar yang belum sanggup memenuhi ekspektasi kebutuhan masyarakat, Intji Indriati menyebut operasi pasar minyak goreng murah telah disusun terjadwal di 11 titik, meskipun sebetulnya operasi pasar belum terbukti menjadi solusi yang substantif.

“OP (operasi pasar, red.) sesuai dengan jadwal di 11 titik, sudah dilaksanakan 6 titik sampai dengan hari ini. Setelah 11 titik terpenuhi, 6 kecamatan lainnya akan segera kami laksanakan OP juga,” pungkas Intji Indriati. (han)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.