Distribusikan Ribuan Liter Minyak Goreng, Intji : Don’t Panic Buying !

KALIANDA – Pemkab Lampung Selatan (Lamsel) distribusikan langsung ribuan liter minyak goreng murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menstabilkan stok salah satu kebutuhan pokok tersebut.

Pendistribusian itu, dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perdagdin) Lamsel ke beberapa kecamatan semenjak 25 Februari 2022, kemarin.

Bacaan Lainnya

Hal itu terkuak, tatkala media berhasil mewawancarai Kadis Perdagdin Lamsel Intji Indriati di pelataran Aula Sebuku rumah dinas Bupati, Rabu (2/3/2022) sore.

“Kemarin, kecematan Penengahan 1200 liter. Kemudian hari ini, Kecamatan Palas 100 dus, Way Panji 100 dus, kemudian Kecamatan Penengahan lagi 100 dus. Seperti itu, 100 dus itu bukan 100 liter tapi 100 dus kali 12 liter berarti 1200 liter,” ungkap Intji Indriati.

Selain beberapa kecamatan diatas, per hari ini Dinas Perdagdin juga menyalurkan sekitar 5000 liter minyak goreng curah ke wilayah Natar dan Jati Agung.

“Hari ini, sudah dilakukan penyaluran di Kecamatan Jati Agung dan Natar untuk minyak curah hampir 5000 liter untuk masing-masing kecamatan,” imbuh wanita yang pernah menjabat Kepala BPKAD Lamsel itu.

Ditanya ihwal pembagian kuota pendistribusian minya goreng yang sempat viral karena menghilang di pasaran beberapa waktu lalu, Intji Indriati menjelaskan semuanya berdasarkan permintaan dan usulan masing-masing kecamatan ke dinas.

“Kan masing-masing ada permintaan. Misalnya, usulannya di kecamatan Natar berapa liter gitu lho. Hari kemarin, Kecamatan Kalianda 2880 liter itu masing-masing dibagi per desa. Kalau kemarin laporannya pak Camat itu Kedaton, Babulang, Tajimalela, Way Lubuk, Sukararatu, Palembapang, Gunung Terang,” rinci Intji Indriati.

Untuk mempercepat penyaluran minyak goreng sampai ke tangan masyarakat, Intji Indriati mengambil langkah terobosan dengan menggandeng unit UMKM yang ada dalam suatu wadah komunitas di Lamsel.

“Sudah kami lakukan juga pendistribusian kepada UMKM di Lamsel per tanggal 25 Februari 2022. Sudah tersalurkan waktu saya masih Covid-19 (isoman, red.), tapi saya by phone dengan seluruh UMKM melalui suatu komunitas akhirnya sudah tersalurkan 4800 liter minyak goreng kepada UMKM,” ucap Intji Indriati.

Disoal hingga kapan Dinas Perdagdin melakukan pendistribusian minyak goreng murah seharga Rp 12.500 per liter itu, Intji Indriati memastikan pihaknya akan terus mengintervensi kebutuhan pasar sepanjang masih ada ketersediaan stok dari perusahaan distributor.

“Ya selama nanti masih ada permintaan dan kami masih bisa fasilitasi perusahaan yang bisa distribusi kepada kami. Selama stok ada dan kebutuhan pasar masih bisa kami akomodir,” tegas Intji Indriati.

Intji Indriati juga meminta kepada masyarakat untuk tidak latah memborong minya goreng karena Pemerintah Daerah menjamin ketersediaan stok minyak goreng dengan harga terjangkau.

“Don’t panic buying ! jangan panik untuk membeli menumpuk seolah-olah sepertinya ini keadaan nggak ada penstabilan harga oleh pemerintah. Pemerintah sudah banyak melakukan langkah-langkah terutama di Lampung. Insya Alloh Lampung akan menjadi prioritas khusus karena kita tahu di Lampung ini banyak kelapa sawit dan perusahaan-perusahaan,” ujar Intji Indriati memastikan.

Di penghujung, Intji Indriati menjabarkan perlunya organisasi perangkat daerah untuk kerja cerdas yang inovatif ditengah status Lamsel yang kini berada di level 3 pandemi Covid-19.

“Jadi kan sekarang sudah level 3 (pandemi, red.) kita harus punya inovasi punya kreatifitas yang penting tupoksi kita harus jalan tapi tidak menimbulkan hal-hal yang beresiko. Saya sudah lapor dengan pak Bupati dan pak Bupati menyetujui dan ini adalah program dari pak Bupati untuk bisa memberikan kenyamanan kepada warga bahwa pemerintah ada dan hadir untuk masyarakat,” pungkas Intji Indriati. (han)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.