Diduga Potong Dana PIP, Kepsek SDN 2 Bakauheni Sebut Diperintah Dikdas

 

BAKAUHENI – SDN 2 Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) diduga pangkas bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk siswa.

Mirisnya, Sekolah plat merah ini mengaku, bahwa pemotongan PIP yang notabenne melanggar konstitusi negara, adalah merupakan perintah dari Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Dinas Pendidikan setempat.

“Ya, karna saya melakukan itu (Pemotongan PIP, red) karna diperintah juga dari dinas (Disdik Lamsel, red),” Sebutnya saat di konfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya beberapa waktu lalu.

Sayangnya, saat di konfirmasi, Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Lamsel, Nurhasanah menampik, bahwa dirinya telah memerintahkan sekolah untuk melakukan pemotongan PIP.

Bahkan, menurutnya yang disampaikan kepada pihak sekolah adalah teknis penyaluran yang sesuai dengan aturan yang ada.
“Kalau untuk saya yabg perintahkan, ada jaminan tidak ada. Hanya saya sampaikan sesuai juknis PIP. Jangan keluar dari juknis PIP Kemendikbud,” Kata Nurhasanah.

Ia juga menjelaskan, bahwa ia menyampaikan kepada pihak sekolah bahwa terkait kegunaan dan pertanggungjawaban PIP. “Kegunaannya harus ada buktinya. Itu jaminan, kebijakan dari sekolah yang penting dananya diberikan kesiswa utuh,”banyahnya.

Diberitakan sebelumya, bantuan PIP untuk SDN 2 Bakauheni dicairkan dari Bank secara kolektif kolegial oleh pihak sekolah. Setelahnya, pihak sekolah menyalurkan kepada orang tua siswa.

Dalam proses penyalurannya, pihak sekolah menyampaikan bantuan PIP secara langsung kepada orang tua siswa dalam bentuk uang tunai, dengan disertai bukti penerimaan uang (Kwitansi, red).

Salah seorang wali murid yang namanya enggan dipublikasikan mengaku, pihaknya menerima penyaluran bantuan PIP di SDN 2 Bakauheni sebesar Rp. 400 ribu. Namun, pihak wali murid dipaksa menandatangani kwitansi dengan jumlah Rp. 450 ribu.

“Ya benar, saya menerima bantuan PIP di SDN 2 Bakauheni sebesar Rp450 ribu. Tapi, yang saya terima sebesar Rp400 ribu. Katanya, yang Rp50 ribu untuk isi saldo tabungan. Gak tau saya tabungan apa,” Kata wali murid kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Padahal, merujuk Peraturan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Program Indonesia Pintar, besaran bantuan PIP paket A untuk tingkatan SD kelas 1-5 yaitu sebesar Rp. 450 ribu per siswa. (Doy)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.