Berinovasi Cegah Stunting, Puskesmas Hajimena Luncurkan Catin Ceratas

LAMPUNG SELATAN – Puskesmas Hajimena, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) melaunching program inovasi catin ceratas atau calon pengantin cerdas keluarga berkualitas sebagai upaya pencegahan stunting di wilayah setempat.

Acara itu, dihadiri oleh unsur Muspicam Natar, UPTD KB, Kordinator Pendidikan Kecamatan Natar dan seluruh Kepala Desa wilayah Puskesmas Hajimena.

Program catin ceratas sebagai program inovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada calon pengantin guna mencegah terjadinya stunting.

Dengan memberikan pelayanan kesehatan bagi calon pengantin secara menyeluruh, meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah, lingkar lengan atas, status imunisasi, pemeriksaan laboratorium golongan darah dan Hb, pemberian tablet tambah darah serta konseling kesehatan pranikah.

Camat Natar Rendy Eko Supriyanto mengatakan, sejak tahun 2018 Pemerintah memprioritaskan pembangunan SDM guna menyiapkan generasi yang berdaya saing menghadapi perubahan global yang sangat cepat.

“Salah satu kegiatan prioritas tersebut adalah melakukan pencegahan dan  penanganan stunting di Indonesia. Kabupaten Lampung Selatan merupakan lokasi fokus stunting yang telah mencanangkan program prioritas penanganan dan pencegahan stunting,” singkat Camat Natar, Jum’at (18/3/2022).

Sementara, menurut Kepala UPTD Puskesmas Hajimena dr. Nessi Yunita, beberapa penyebab stunting adalah akibat dari penundaan inisiasi menyusui dini (IMD), pemberian ASI yang tidak eksklusif, dan penyapihan ASI terlalu dini, juga faktor kekurangan gizi, baik sebelum maupun saat kehamilan.

“Untuk itu, maka kecukupan gizi seorang calon pengantin (Catin) wanita pada waktu menikah dan hamil haruslah memadai untuk mencegah lahirnya anak stunting.  Untuk itu, salah satu upaya dalam pencegahan stunting dimulai dari mempersiapkan calon pengantin yang sehat, agar ketika kehamilan terjadi ibu dan janin sehat. Sehingga, kelak lahir bayi yang tidak mengalami kelainan tumbuh kembang seperti stunting atau kasus-kasus kelainan lainnya,” pungkas dr Nessi Yunita.

Dalam kesempatan itu, Koordinator Pelaksana Hesti Handayani, SKM menambahkan, tata laksana kegiatan catin ceratas dimulai dengan berkordinasi dan kerjasama yakni MoU dengan KUA Kecamatan Natar, Camat Natar, Kepala Desa di Wilayah kerja Puskesmas Hajimena diantaranya Desa Hajimena, Desa Pemanggilan dan Desa Sidosari, Pelayanan kepada Catin dan pemberian Sertifikat Layak Nikah.

“Untuk itu, maka setiap Catin yang akan menikah wajib mendapatkan surat pengantar dari Kepala Desa untuk memeriksakan kesehatannya ke Puskesmas Hajimena, Kecamatan Natar. Kemudian, Puskesmas Hajimena membentuk tim untuk pemeriksaan kesehatan Catin yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, analis gizi, dan lain-lain yang dianggap perlu,” urai Hesti Handayani.

“Apabila Catin yang berdasarkan hasil   pemeriksaan dinyatakan tidak sehat atau  memerlukan penatalaksanaan lanjutan dari segi medis, akan diberikan  surat rujukan untuk melanjutkan proses pengobatan dan dianjurkan berobat  sampai sehat,” tutup Hesti Handayani. (raf/red)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.