KSKP Bakauheni Gagalkan Penyelundupan 720 Kg Daging Celeng Ilegal Asal Bengkulu Tujuan Bekasi

KALIANDA – Kepolisian Sektor Khusus Pelabuhan (KSKP) Bakauheni Lampung Selatan (Lamsel) mengamankan Steven Tobalie Situmorang (21) dan Robert Hardianto Pasaribu (38) pengemudi Daihatsu Grandmax bermuatan 720 Kilogram daging celeng ilegal asal Bengkulu.

Steven Tobalie Situmorang tercatat sebagai warga Jl. Raya Palak Bengkerung RT/RW 000/000, Keluarahan Palak Bengkerung, Kecamata Air Nipis sedangkan Robert Hardianto Pasaribu (38) merupakan warga Jl. Mawar Gg. Mawar Horas RT/RW 000/007, Kelurahan Padang Kapuk, Kecamatan Kota Manak, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Bacaan Lainnya

Daging babi hutan tanpa dilengkapi dokumen resmi tersebut berhasil dicegat petugas pada hari Rabu (6/4/2022) sekitar pukul 06.00 WIB di Area Pelabuhan Bakauheni.

Rencananya, daging celeng asal Manak Masat Bengkulu Selatan itu akan dikirim ke daerah Bekasi menggunakan Daihatsu Granmax warna putih ber-plat nomor B 9790 NRU.

Mewakili Kapolres Lamsel AKBP Edwin, Kepala KSKP Bakauheni AKP Ridho Rafika membenarkan pihaknya mengamankan dua orang pengemudi mobil pribadi karena mencoba menyelundupkan daging celeng secara ilegal.

“Daging celeng yang tidak dilengkapi dengan dokumen resmi ini diangkut dari gudang milik Bintang warga Manak Masat Bengkulu Selatan,” beber Kepala KSKP kepada media, Kamis (7/4/2022).

Karena keburu terendus petugas, daging celeng bisa dicegah sebelum sempat menyebrang ke Pulau Jawa dan sampai ke kota tujuan yakni Bekasi, Jawa Barat.

“Akan di kirimkan ke daerah Bekasi dengan upah sebesar Rp 1 juta. Diberikan setelah barang sampai tujuan,” sebut AKP Ridho Rafika coba merinci.

Polisi kemudian menyita 1 unit Daihatsu Grandmax warna putih dengan Nopol B 9790 NRU, 1 lembar STNK An. Rustia Situmorang warga Graha Mas Serpong RT.067 RW.012 Jelupang Serpong Utara Kota Tangsel berikut kunci kendaraan, 1 unit handphone android merek Realme warna Biru, 1 unit handphone android merek Vivo warna biru kombinasi dan 720 Kg daging celeng sebagai barang bukti.

“Selanjutnya, kami akan melakukan koordinasi bersama Balai Karantina Wilker Bakauheni,” imbuh Kapolsek yang kini sedang menempuh kuliah S3 itu.

“Pasal yang dilanggar yakni Pasal 88 huruf a dan c UU RI no. 21 tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan,” tegas AKP Ridho Rafika di penghujung. (Hms/red)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.