Lagi ! Sukiman Cs Menangkan Sengketa Pasar Bumirestu di Pengadilan Tinggi Tanjungkarang, Merik Havit Ucap Syukur

KALIANDA – Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang menolak gugatan perdata para pembanding yang dahulu berstatus para penggugat pada sengketa tanah pasar di Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, di tingkat banding.

Sidang dengan nomor perkara : 32/Pdt.G/2021/PN.Kla Junto 26/PDT/2022/PT.TJK, sebagai terbanding dahulu para tergugat atas nama Kepala Desa Bumi Restu Sukiman dan 34 tergugat Lainnya. Selasa, (26/04/2022).

Bacaan Lainnya

Advokat dari Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) Merik Havit, S.H., M.H. Hasanuddin, S.H., Zamroni,S.H., Deny Galih Riazy, S.H., M.H., Pantra Agung Oky Riyanto, S.H., M.H., dan Fikri Amrullah, S.H., M.H. selaku kuasa hukum Sukiman dan 34 tergugat tersebut.

Merik Havit dalam hal ini mewakili tim kuasa hukum tergugat, mengucapkan rasa syukur dan menyambut gembira atas Putusan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Tanjung karang yang menolak gugatan perdata para pembanding dahulu penggugat oleh Majelis Hakim Tinggi PT Tanjung karang.

“Yang pertama, kita bersyukur kepada allah SWT. Kita juga mengucapkan terima kasih atas bimbingan Ketua DPC PDI Perjuangan Lampung Selatan bapak H Nanang Ermanto, yang selalu memberikan bimbingannya. Sehingga, kami selalu siap dalam menangani atau membantu permasalahan hukum baik pidana ataupun perdata yang dihadapi oleh Masyarakat Lampung Selatan,sesuai dengan motto partai PDI Perjuangan ‘menangis dan tertawa bersama Rakyat’,” ujar pria yang lebih dikenal dengan sebutan pengacara wong cilik.

Dirinya juga mengapresiasi Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tanjung Karang karena dalam menimbang dan memutus berdasarkan dengan fakta-fakta dalam persidangan.

“Alhamdulillah, ternyata lonceng keadilan masih hidup dan memihak pada kebenaran yaitu khususnya masyarakat Desa Bumirestu”, timpalnya.

Seperti yang pernah di beritakan sebelumnya, sengketa kepemilikan Pasar Bumirestu telah bergulir sejak pertengahan tahun 2020 lalu. Sampai kisaran bulan agustus 2021, pihak Temenggung Cahya Marga melalui kuasa hukumnya melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri kalianda.

Namun dalam perjalanannya, Pengadilan Negeri Kalianda dalam amar putusannya menolak gugatan para penggugat untuk seluruhnya.

Tidak puas dengan putusan tersebut, pihak Temunggung Cahya Marga melaui kuasa hukumnya kembali mengajukan upaya hukum Banding ke Pengadilan Tinggi Tanjung Karang, karena menilai putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kalianda sangat tidak adil dan terkesan memihak.

Akan tetapi, upaya hukum banding tersebut kembali ditolak oleh Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Tanjung Karang. Sehingga, gugatan dalam perkara tersebut dimenangkan oleh warga Desa Bumi Restu yang notabenenya adalah para pedagang kecil di Pasar Desa Bumirestu.

Majelis Hakim memastikan Pasar tersebut sebagai milik dan aset Desa Bumirestu. (Rls/red)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.