Warga Suak Pertanyakan Dokumen Izin CV. Horas

KALIANDA – Masyarakat Desa Suak, Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan (Lamsel) mempertanyakan izin CV. Horas Sumber Rezeky yang bergerak pada bidang pembesaran udang paname.

Diketahui, perusahaan tersebut telah berdiri sejak tahun 2017 lalu, dengan menggunakan lahan tanah beserta bangunan serta sarana prasarana milik PT. Central Pertiwi Bahari (CPB) setelah CPB bangkrut.

Padahal, PT. CBP bergerak dalam bidang pembenihan benur. Karenanya masyarakat menilai, izin lingkungan dan legalitas lainnya berbeda dengan CV. Horas.

Lantaran hal tersebut, sejumlah masyarakat Desa Suak mengirimkan surat kepada Pemkab Lamsel, untuk mengklarifikasi dan memberikan pernyataan tertulis mengenai izin operasional CV. Horas.

Secara simbolis, warga juga menyampaikan surat tembusan ke Komunitas Jurnalis Harian Lampung Selatan (KJHLS) untuk mengawal tuntutan masyarakat.

Mewakili masyarakat Desa Suak, Yusfan Danipal menjelaskan, tuntutan mereka itu berdasar pada undang-undang Lingkungan Hidup dan peraturan pemerintah tentang izin lingkungan serta Permen-LH tentang rencana awal wajib amdal.

“Ya, apakah CV. Horas Sumber Rejeki sudah memiliki dokumen perizinan lingkungan hidup sejak beroprasi pada 2017 lalu. Baik dokumen izin UKL, UPL maupun Amdal,” Tegasnya yang juga dibenarkan rekan-rekannya, Feri, Riyan dan Herman kepada pengurus KJHLS, siang tadi (14/1/2022).

Yusfan juga mengatakan, jika CV. Horas telah memiliki dokumen perizinan, maka mereka meminta kepada Pemkab Lamsel melalui Dinas Lingkungan Hidup untuk melakukan evaluasi.

“Karena, sejak beroprasinya CV. Horas, kami selaku masyarakat Desa Suak belum pernah merasa dimintai izin dan persetujuan terkait keberadaan perusahaan ini,” Ujarnya.

Ditambah lagi, CV. Horas pernah mengklaim bahwa pihak perusahaan sudah menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa uang tunai sebesar Rp2, 5 juta melalui Karang Taruna Desa Suak.

“Kenyataannya, Karang Taruna Desa Suak tidak pernah menerima dana sepeserpun terkait dana CSR itu,” Tukasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi secara lisan maupun tulisan dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) maupun dari pihak CV. Horas Sumber Rezeki. (Doy)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.