Proyek Rehab Kantor Desa Padan Tak Sesuai Prosedur, Katar Penengahan Geram

 

PENENGAHAN – Rehabilitasi Kantor Desa Padan, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) diduga tak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) kerja.

Berdasarkan pantauan dilokasi, pengerjaan rehabilitasi ini tidak masang plang proyek. Sehingga, sumber anggaran serta spek kegiatan tak dapat diketahui publik.

Terlebih, pihak Pemerintah Desa Padan juga tak mengetahui siapa dan dari mana pihak pelaksana kerja rehabilitasi kantor desa itu. Hal tersebut disampaikan Kades Padan, Andriansyah di kediaman Agus Suganda selaku tokoh pemuda dan ketua Karang Taruna Padan, Rabu (15/6/2022) lalu.

“Saya tidak tahu CV atau pemborongnya siapa, bahkan berapa nilai proyek tersebutpun saya tidak tahu,” papar Kades.

Ia juga mengakui bahwa dirinya tahu adanya proyek tersebut dari Angga pihak pemborong dan disuruh untuk mencari pekerja.

“Saya tahunya dari Angga selaku pemborong, tangan kanan perusahaan, dan kalau pekerja memang saya yang nyari nya,” ungkapnya.

Hal senada juga dikatakan Agus Suganda, tokoh pemuda sekaligus Ketua Karang Taruna Desa Padan menjelaskan, dirinya tidak tahu akan adanya proyek rehabilitasi Kantor Balai Desa tersebut.

“Saya tidak tahu kalau ada proyek perehaban Kantor Balai Desa,” jelas ketua pemuda Padan.

Berdasarkan informasi yang di himpun dari pemuda Desa Padan, pekerjaan tak berplang tersebut seolah menjadi kongkalikong dari berbagai pihak yang berkepentingan. Sebab pengakuan Sahrul salah seorang pekerja di balai desa tersebut menjelaskan bahwa dirinya tidak tahu menahu siapa pihak perusahaan. Ia mengatakan, dirinya hanya diperintah kades untuk bekerja karena  kades sebagai penyuplai materialnya.

Menanggapi berbagai kegagapan tersebut, Ketua Karang Taruna Kecamatan Penengahan, Boy Ariesta, S.H. menyayangkan semua pihak yang seolah tidak mau dipusingkan dengan geliat pemuda di wilayahnya.

Boy menilai, ketidakpekaan pemerintah dan perusahaan terhadap kemauan pemuda adalah sebuah kealergian klasik yang menjadi momok bagi mereka.

“Pemuda ini kan hanya ingin diberdayakan dan di sediakan ruang bang. Jelas sangat kecewa dong pemuda setempat kalau tidak dilibatkan. Sebab akan ada rasa bangga dalam diri pemuda, ketika ia dilibatkan dalam pembangunan. Terlebih lagi pembangunan tersebut berada di desa ataupun tanah kelahiran kita.” ungkapnya.

Hingga pada Jum’at (17/6/2022) Ketua Katar Penengahan di dampingi anggota Katar Kabupaten Lamsel, mengatakan bahwa pihak rekanan atau pemborong menjanjikan untuk bertemu dengan para pemuda di Kalianda melalui via telpon.

Namun sayangnya pihak pemborong atau rekanan tersebut mengelak, enggan menemui sejumlah pemuda yang tergabung dalam Katar Penengahan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan, pemborong atau rekanan belum bisa ditemui untuk di konfirmasi. (Red)

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.